Nyeri Tulang Ketika Udara Dingin - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Thursday, February 27, 2020

Nyeri Tulang Ketika Udara Dingin

Beberapa orang kerapkali mengeluhkan tulang yang sakit ketika udara dingin. Sebenarnya ini menandakan sakit apa sih? Keluhan ini merupakan salah satu yang paling sering ditanyakan pembaca ke Konsultasi Tulang.

Pertanyaan seputar nyeri sendi ketika udara masbodoh antara lain dilayangkan oleh Mobiana (21). Ia mengaku telah 4 tahun sering megalami linu yang sakit sekali pada ketika keadaan dingin. "Saya sering ke dokter tapi semua tanggapan hanya problem alergi hawa masbodoh gitu saja, padahal saya berharap ada tanggapan yang sangat akurat, tapi belum saya dapatkan hingga ketika ini. Soalnya apa, gejala yang saya alami tidak beda jauh dengan rematik dan sejenisnya. Tapi jawabannya tidak problem itu. Yang jadi pertanyaan saya, penyakit apa yang menyerang tulang saya Dok?"

Menurut pengasuh Konsultasi Tulang , dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT, udara masbodoh sanggup memicu timbulnya nyeri sendi, tetapi hal ini ini bukan disebabkan oleh udara masbodoh itu sendiri. Terjadinya perubahan tekanan udara (barometrik) di ketika udara dingin, yaitu tekanan udara menurun, maka terjadi penurunan tekanan udara. Saat itu terjadi, jaringan badan mengembang (ekspansi).

"Mengembangnya jaringan inilah yang menjadikan timbulnya rasa nyeri. Bila kondisi ini yang terjadi, maka terapinya yaitu menciptakan perubahan tekananan udara menjadi tidak terlalu besar bagi badan Anda, yaitu masuk ke dalam ruang yang hangat atau menutup badan dengan pakaian tebal atau hangat," ucap dr Benedictus yang juga dosen tetap di Fakultas Kedokteran Unika Widya Mandala Surabaya.

Nyeri tulang juga sanggup dipicu penyebab lain yaitu Rheumatoid Arthritis (RA) dan Systemic Lupus Eritematosus (SLE). Keduanya merupakan penyakit keradangan sendi akhir proses gangguan sistem kekebalan badan (autoimmune).

dr Benedictus menyarankan bila keluhan ini dirasakan, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter seorang mahir orthopaedi di rumah sakit terdekat untuk mendapat saran terapi yang terbaik sesuai dengan keluhan. Selain itu, diharapkan pula menilik rentang gerak sendi dan menilik apakah ada perubahan bentuk sendi. Pemeriksaan penunjang ini dilakukan melalui investigasi darah dan rontgen.

Pemeriksaan fisik mencakup beberapa investigasi yaitu bertujuan untuk mengetahui rentang gerak sendi dan mengevaluasi stabilitas sendi. Pemeriksaan penunjang terhadap persendian, mencakup foto rontgen (xray) yang bertujuan untuk mengetahui kondisi tulang atau sendi. Sedangkan Magnetic Resonance Imaging (MRI) bertujuan untuk mengetahui keadaan struktur jaringan lunak/non tulang.

"Pemeriksaan-pemeriksaan ini diharapkan untuk mengetahui penyebab (mendiagnosis) keluhan Anda sehingga sanggup dilakukan perencanaan terapi yang sempurna dan terakurat," tutupnya.

No comments:

Post a Comment

Pages