5 Kebiasaan Ketika Makan Malam Yang Justru Bikin Badan Tambah Melar - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Friday, March 6, 2020

5 Kebiasaan Ketika Makan Malam Yang Justru Bikin Badan Tambah Melar

Guna mencegah tubuh tak melar, sering dilontarkan aturan-aturan terkait rutinitas makan malam. Misalnya saja sebaiknya tidak makan malam jikalau sudah lebih dari jam 7 malam. Toh Anda tetap makan malam di atas jam 7, sebaiknya perhatikan beberapa kebiasaan yang sering dilakukan.

Seperti dirangkum ada beberapa kebiasaan ketika makan malam yang justru menciptakan jarum timbangan Anda gampang bergeser ke kanan alias bobot Anda bertambah.

1. Menjadikan makan malam sebagai sajian paling besar



Meski disantap paling akhir, bukan berarti Anda harus menjadikan makan malam waktu mengasup masakan dengan porsi paling besar. Justru dengan makan dalam porsi besar, tubuh akan sulit untuk mencerna makanan.

"Akibatnya proses metabolisme tidak optimal, masakan tidak tercerna dengan baik, dan ketika bangkit tidur tubuh justru terasa tidak yummy ketika bangkit di keesokan harinya," kata jago gizi Rita Ramayulis DCN, MKes.

2. Langsung tidur setelah makan


Ahli gizi Jaime Mass RD menuturkan sebainya beri jeda waktu 1-2 jam untuk tidur setelah makan malam. Sebab, setelah mengasup makanan, tubuh akan melaksanakan metabolisme, regulasi gula darah dan keseimbangan hormon, serta proses menghasilkan energi.

"Jika Anda eksklusif tidur, perut akan terasa begah, metabolisme tidak berjalan dengan baik dan balasannya berat tubuh makin bertambahm" tutur Mass.

3. Mengonsumsi banyak karbohidrat


Rita mengatakan, khususnya jikalau Anda sudah makan di jam-jam malam, sebaiknya hindari masakan 'berat' alias yang mengandung karbohidrat tinggi menyerupai nasi, pasta, atau kentang. Sebab, masakan tinggi karbohidrat dapat dipastikan dengan cepat menaikkan kadar gula darah sehingga mengakibatkan kenaikan berat tubuh dengan signifikan.

"Apalagi setelah makan malam kan kita jarang melaksanakan acara fisik. Jika ingin mengonsumsi masakan lengkap dan tinggi karbohidrat sebaiknya dengan porsi setengah," tutur Rita.

4. Makan sambil nonton TV


Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr Brian Wansink dari Cornell University, AS, dan Dr Ellen van Kleef dari Wageningen University, Belanda, menemukan bahwa mematikan televisi dan mengembangkan masakan di meja makan bersama keluarga merupakan cara sehat untuk makan.

"Pengalihan perhatian ketika makan akan mempengaruhi rujukan makan dari masing-masing anggota keluarga itu sendiri. Sehingga ketika makan sambil menonton TV dapat mengalihkan perhatian Anda dari fokus mengonsumsi makanan," tutur Dr Brian.

5. Tidak makan bersama keluarga


Makan bersama anggota keluarga lain di satu meja makan dapat membantu seseorang untuk mengonsumsi masakan lebih sedikit. Apalagi, dengan makan bersama akan ada orang lain yang mengingatkan ketika Anda makan berlebih.

"Bahkan hanya makan berdua dengan adik atau anggota keluarga lain dapat menjadikan rasa ingin mengembangkan sehingga masakan yang banyak di meja makan seolah-olah tidak ingin kita habiskan sendiri," kata jago gizi Mohamad Aldis, SKM.

No comments:

Post a Comment

Pages