Agar Ibu Bekerja Dapat Beri Asi Eksklusif, Ruang Laktasi Saja Belum Cukup - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Tuesday, March 17, 2020

Agar Ibu Bekerja Dapat Beri Asi Eksklusif, Ruang Laktasi Saja Belum Cukup

Ketiadaan ruang dan waktu yang cukup untuk mempompa air susu ibu (ASI) kerap menjadi hambatan ibu bekerja untuk memperlihatkan ASI pribadi kepada buah hatinya. Namun berdasarkan Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), keberadaan ruang laktasi di daerah kerja saja tidak cukup.

"Ada ruang laktasi di daerah kerja itu elok sekali. Tapi dengan adanya ruang laktasi saja belum cukup. Sebab masih ada ibu yang mempunyai duduk perkara dengan pemberian ASI pribadi pada anaknya yang mana itu bukan sebab ada atau tidaknya ruang laktasi," kata Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), Fransiska Mardiananingsih, IBCLC, saat dihubungi detikHealth pada Selasa (28/10/2014).

Selain ruang laktasi, sambungnya, sebaiknya diberikan juga konseling menyusui untuk para ibu bekerja yang sedang menyusui. Nah, konseling ini dapat diberikan di klinik perusahaan.

"Di klinik perusahaan dapat berkonsultasi juga soal laktasi. Makara jika ada ibu bekerja yang ada duduk perkara terkait pemberian ASInya dapat konsultasi dan dapat segera diselesaikan," lanjut Siska.

Perlukah pemberian waktu cuti sampai 6 bulan pada karyawati yang melahirkan semoga pemberian ASI pribadi dapat berjalan dengan baik? "Kalau cuti diperpanjang tapi ibu tidak termotivasi memperlihatkan ASI pribadi alhasil percuma juga," ucap Siska.

"Kalau di perusahaan cuma ada ruang laktasi saja, tidak otomatis menuntaskan jika ada duduk perkara sebelum mendapat tunjangan teknis," imbuh Siska.

No comments:

Post a Comment

Pages