Kondisi Rambut Kemaluan Pengaruhi Penampilan Perempuan Di Mata Pria, Benarkah? - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Sunday, March 8, 2020

Kondisi Rambut Kemaluan Pengaruhi Penampilan Perempuan Di Mata Pria, Benarkah?

Beberapa perempuan ada yang rajin mencukur rambut kemaluannya dengan alasan kebersihan, kesehatan, dan keindahan organ vital. Sebaliknya, ada pula perempuan yang cenderung hirau taacuh dan malas mencukur rambut kemaluan. Nah, kondisi ini kerap dikaitkan dengan pandangan laki-laki terhadap performa sang istri ketika di ranjang.

Menanggapi hal ini, terapis seks di New York, Amber Madison, MA menyampaikan pandangan laki-laki soal kondisi rambut kemaluan terhadap performa perempuan di ranjang tergantung dari bagaimana si suami memandang istrinya dan juga bagaimana sifat dia.

"Jika ia sendiri cuek, dapat jadi ia tidak terlalu peduli dengan keadaan rambut kemaluan si istri. Begitu pun ketika suami termasuk orang yang peduli kebersihan dan kesehatan, dapat jadi ia akan lebih suka rambut kemaluan yang rapi," jelas Madison.

"Pandangan tersebut sangat relatif. Namun hal yang patut Anda ingat yakni ketika suami sudah dapat bernafsu hanya alasannya sang istri, ia tidak akan terlalu peduli dengan kondisi organ vital Anda serta keadaan lain, contohnya saja perut yang menggemuk atau kulit yang menghitam," lanjutnya.

Ia menambahkan, dalam survei yang pernah digelar di Inggris, dari 1.870 wanita, sebanyak 51% mengaku pasangannya tidak terlalu mempedulikan kondisi area genitalnya, termasuk rambut kemaluan. Sementara 45% menyampaikan pasangannya meminta mereka untuk merawat rambut kemaluan dan 62% laki-laki lebih menyukai tampilan alami area genital pasangannya.

"Tetapi dapat dipastikan ketika ada problem kesehatan contohnya timbul jamur, keputihan berlebih sampai timbul basi tak sedap sudah niscaya ada respons tertentu yang diungkapkan laki-laki kepada pasangannya," lanjut Madison.

Terkait pencukuran rambut kemaluan, dr Dani Djuanda SpKK menuturkan untuk area di 'bawah sana' ingin dibiarkan 'gondrong' atau 'gundul' terserah tergantung pada si pemilik alasannya dapat jadi ini soal selera.

"Bulu kemaluan tidak perlu dicukur, yang penting dijaga kebersihannya. Kan fungsinya sebagai peredam dikala melaksanakan korelasi seksual. Jika area ini dibiarkan jorok, maka bakteri dapat masuk, kutu di bulu kemaluan juga dapat bersemayam,' papar dr Dani beberapa waktu lalu.

No comments:

Post a Comment

Pages