Makan Pisang, Cara Ampuh Cegah Stroke Pada Perempuan Menopause - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Thursday, March 26, 2020

Makan Pisang, Cara Ampuh Cegah Stroke Pada Perempuan Menopause

Mengonsumsi pisang sebagai pengganti nasi bagi orang yang sedang berdiet lumrah saja dilakukan. Pasalnya, pisang mengandung banyak karbohidrat sehingga sanggup menjadi pengganti nasi untuk menjadi sumber energi. Namun rupanya manfaat pisang tak hingga di situ saja.

Bukan hanya karbohidrat dan banyak sekali vitamin saja yang dikandung pisang. Pisang juga mengandung potassium, mineral yang dipercaya sanggup menjauhkan diri dari kanker. Bahkan, penelitian menyampaikan mengonsumsi pisang sanggup menurunkan risiko terjangkit kanker hingga 25 persen, terutama bagi perempuan yang sudah menopause.

"Penelitian kami menemukan bahwa potassium yang terkandung dalam kentang, ubi dan pisang lebih baik dari masakan cepat saji bagi wanita, terutama mereka yang sudah menopause. Potassium sanggup menurunkan risiko kanker sementara masakan cepat saji justru meningkatkannya," tutur ketua peneliti Sylvia Wassertheil-Smoller dari Albert Einstein College of Medicine di New York, dikutip dari Journal America Heart Association, Minggu (7/9/2014).

Sylvia melaksanakan penelitian kepada 90.137 perempuan yang sudah menopause dengan rentang usia 50 hingga 79 tahun. Penelitian yang dilakukan selama 11 tahun ini mendata berapa banyak kandungan potassium yang dikonsumsi partisipan dan apakah mereka terjangkit stroke.

Kandungan potassium yang dihitung yaitu potassium yang terkandung dalam makanan. Sebagai perbandingan, pisang mengandung 430 miligram (mg), dan proposal WHO menyampaikan bahwa idealnya perempuan mengonsumsi 3.510 mg potassium dalam sehari.

Hasilnya menyampaikan bahwa mereka yang terbiasa mengonsumsi minimal 2.611 mg potassium dalam sehari mempunyai risiko 27 persen lebih kecil untuk terjangkit stroke. Selain itu mereka juga mempunyai kemungkinan lebih kecil 21 persen terjangkit ischaemic stroke, yakni stroke yang menghentikan pedoman darah ke otak.

Hasil lainnya menyampaikan bahwa pada perempuan yang hipertensi, potassium diketahui mengurangi risiko mereka meninggal sebelum umur 80 tahun. Meski begitu, Sylvia menganjurkan bahwa asupan potassium untuk tiap orang berbeda-beda sesuai kondisi tubuhnya.

"Potassium menghindarkan Anda dari stroke, namun terlalu banyak potassium juga berbahaya bagi jantung. Untuk itu, berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui batas maksimal mineral yang sanggup Anda konsumsi," tutupnya.

No comments:

Post a Comment

Pages