Studi Sebut Laki-Laki Berwajah Tampan Dapat Jadi Kualitas Spermanya Rendah - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Monday, March 23, 2020

Studi Sebut Laki-Laki Berwajah Tampan Dapat Jadi Kualitas Spermanya Rendah

Hmm, mungkin banyak laki-laki yang ingin mempunyai wajah tampan sehingga menjadi pujaan banyak perempuan. Tapi studi perihal kaitan wajah dan kesuburan ini bisa jadi menciptakan laki-laki berwajah tampan mengerutkan kening. Sebab studi menyebut laki-laki berwajah tampan yang menciptakan banyak wanita tertarik mempunyai kualitas sperma yang rendah.

Journal of Evolutionary Biology yang terbit pada September 2014 dan dikutip pada Sabtu (6/9/2014) menyebut wajah laki-laki dianggap sebagai prediktor penting untuk preferensi kawin oleh perempuan. Sebab ciri wajah sangat mungkin memperlihatkan tanda kualitas yang dimiliki seseorang. Kualitas yang dimaksud antara lain kesehatan dan kecerdasan.

"Peningkatan level testosteron telah terbukti mengganggu produksi sperma," kata para peneliti.

Dengan memakai teknik Phenotype Linked Fertility Hypothesis (PLFH), penelitian ini memeriksa apakah ada potensi kemampuan untuk menentukan pasangan yang subur. Studi itu melibatkan 62 orang Kaukasia yang merupakan mahasiswa dari University of Valencia, Spanyol.

Para laki-laki itu diminta untuk tidak bermasturbasi ataupun melaksanakan korelasi seks selama 3-5 hari. Setelah itu sperma mereka dikumpulkan.

Analisis air mani kemudian dilakukan, di mana motilitas dan konsentrasi sperma diukur berdasarkan kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah itu para laki-laki itu difoto dari depan dan samping. Kemudian foto dipindai dan topeng oval berwarna hitam ditaruh di atas foto untuk meminimalkan pengaruh visual gaya rambut. Dari proses penelitian terungkap bahwa laki-laki cenderung menganggap wajah sebagai daya tariknya. Karena itu kebanyakan laki-laki tampan sibuk menciptakan dirinya selalu terlihat menarik. Ketika itulah testosteron meningkat, yang malah mengganggu produksi sperma sehingga kualitasnya pun menjadi rendah.

Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa para laki-laki cenderung berlebihan dalam menilai daya tarik laki-laki lain terhadap lawan jenis. "Hasil penelitian kami juga memperlihatkan bahwa insan mungkin lebih sensitif terhadap arahan daya tarik wajah dalam populasi mereka sendiri," simpul para peneliti.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh University of Oxford dan University College, London. Dalam penelitian itu disebutkan laki-laki tampan sibuk tebar pesona ketimbang memperhatikan produksi sperma dalam dirinya. Sebaliknya, laki-laki dengan wajah yang tidak tampan justru tidak tebar pesona sehingga cenderung mempunyai sperma yang berkualitas. Namun perlu dicatat penelitian oleh University of Oxford dan University College itu gres dilakukan pada ayam dan ikan.

No comments:

Post a Comment

Pages