Tenggorokan Sakit Ketika Minum Dan Menelan Makanan - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Monday, March 2, 2020

Tenggorokan Sakit Ketika Minum Dan Menelan Makanan

Tenggorokan mempunyai fungsi memisahkan esofagus dari trankea dan mencegah kuliner dan minuman untuk masuk ke susukan pernapasan, dimana tenggorok terdiri dari 2 bagian, ialah sebagai jalur kuliner (kerongkongan) dan jalur nafas (tenggorok). Lalu, bagaimana kalau tenggorokan Anda terasa sakit dikala minum dan menelan makanan? Rasa tidak nyaman dan cemas niscaya menghantui Anda.

Dalam sesi Konsultasi Umum sepanjang 2014, pertanyaan mengenai tenggorokan sakit dikala minum dan menelan kuliner menjadi salah satu pertanyaan yang sering disebutkan pembaca , contohnya Retno, perempuan lajang berusia 24 tahun.

Dok saya punya keluhan di tenggorokan yang untuk menelan kuliner dan minum sakit serta leher belakang sakit juga.

dr Dito Anugroho pengasuh Konsultasi Kesehatan Umum menjelaskan problem itu umumnya muncul bila seseorang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, tidak disertai batuk, dan sesudah dilakukan investigasi oleh dokter ditemui tender anterior cervical adenopathy. Selain itu disertai eksudat atau pembekakan amandel, maka ada kemungkinan diagnosisnya mengarah ke Group GABHS (group A beta-hemolytic streptococcal) pharyngitis.

"Tetapi, masih banyak lagi kemungkinan diagnosis (diagnosis banding) dari nyeri tenggorokan atau sakit tenggorokan selain faringitis, contohnya tonsillitis, tansilofaringitis, jerawat peritonsil," ucap dr Dito yang bekerja di Neuroscience Department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII).

Menurut dr Dito yang merupakan mantan pengajar di Universitas Surya, sakit tenggorokan atau nyeri tenggorokan 50-80% disebabkan oleh infeksi virus, contohnya virus Adenovirus, influenza virus, parainfluenza virus, dan sebagainya. Serta, sisanya (20-50%) nyeri tenggorokan disebabkan oleh bakteri, seperti: Streptococcus pyogenes grup A, Fusobacterium necrophorum, Haemophilus influenza type B, dsb.

Ia menambahkan, selain virus dan bakteri, kemungkinan lain sanggup disebabkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), Postnasal Drip (allergic rhinitis atau penyakit pernafasan lainnya), tiroiditis akut, batuk persisten, trauma (cedera, luka), nyeri gigi yang beralih/menjalar (referred dental pain).

"Pencegahan radang tenggorokan itu mudah. Hindari konsumsi kuliner dan minuman yang beraroma tajam atau berpotensi mengiritasi (melukai) selaput lendir (mukosa) tenggorokan, contohnya kuliner yang pedas, panas, berminyak (atau digoreng dengan minyak curah), dan asam. Seringlah konsumsi minuman yang hangat, ibarat wedang jahe, dan jeruk anggun hangat," saran dr Dito yang rajin menulis buku ini.

dr Dito menambahkan konsumsi air putih, sayuran dan buah-buahan harus diperbanyak, disertai menjaga stamina tubuh, istirahat teratur, memperbanyak beribadah, meningingkatkan spiritualitas, berpola hidup sehat, selaras, harmonis dan seimbang untuk mencegah radang tenggorokan.

No comments:

Post a Comment

Pages