Kenali Nutrisi Dan Batasan Kondusif Konsumsi Telur - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Saturday, April 11, 2020

Kenali Nutrisi Dan Batasan Kondusif Konsumsi Telur

Telur merupakan sumber nutrisi yang penting dan harganya ramah di kantong. Tetapi banyak salah kaprah ihwal telur, terutama alasannya kandungan kolesterol dalam telur dinilai tinggi sehingga perlu dihindari.

Untuk mendapat diet yang seimbang dan sehat, berikut beberapa manfaat dan kerugian dari telur sehingga Anda sanggup memilih berapa jumlah telur yang perlu dikonsumsi setiap minggunya.
- Nilai nutrisi
Sebutir telur sebetulnya yakni inkubator untuk bayi ayam, alasannya itu masuk akal saja bila telur mengandung semua nutrisi yang diharapkan untuk bertumbuh. Telur merupakan sumber yang baik untuk antioksidan, iodin, vitamin A, B2, dan D. Harga dari telur juga relatif murah untuk ukuran sumber protein hewani. Telur juga kaya akan kolin yang merupakan nutrisi penting untuk otak.
Banyak pakar yang menyebut telur sebagai sumber pangan padat gizi. Artinya dengan jumlah yang sama dengan materi pangan lain, telur mengandung gizi yang lebih banyak.
- Kolesterol
Selama bertahun-tahun, telur banyak mendapat anggapan negatif alasannya bab kuningnya mengandung kolesterol tinggi. Sebutir telur mengandung lebih dari setengah kebutuhan kolesterol per hari.
Namun kebanyakan orang sebetulnya salah mengira bahwa makan makanan tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Faktanya, kolesterol merupakan substansi penting yang dihasilkan di organ hati insan dengan tujuan menciptakan membran dari setiap sel di tubuh. Kolesterol juga diharapkan untuk produksi aneka macam macam hormon yang penting untuk sistem reproduksi.
Ketika orang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, maka hati mengurangi produksi kolesterolnya. Hal itulah yang bahu-membahu tidak sehat.
- Konsumsi per minggu
Sejumlah studi usang tidak merekomendasikan orang untuk mengonsumsi telur lebih dari enam butir per minggu. Namun baru-baru ini, penelitian menemukan, tak ada batasan untuk mengonsumsi telur. Meski begitu, penderita diabetes perlu menghindari makan kuning telur alasannya mengandung kolesterol tinggi yang sanggup meningkatkan risiko stroke mereka.

No comments:

Post a Comment

Pages