Sperma Kamikaze, Bekerja Ketika Terjadi Affair - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Sunday, April 12, 2020

Sperma Kamikaze, Bekerja Ketika Terjadi Affair

Selingkuh hampir selalu dilakukan secara sembunyi-sembunyi alasannya ialah sudah niscaya akan merusak sebuah hubungan asmara. Namun, seseorang bergotong-royong sanggup melihat gelagat yang berbeda dari pasangannya yang selingkuh, menyerupai mendadak menjadi sangat romantis atau bahkan sebaliknya.

Di samping hal itu, ada lagi satu indikator yang sanggup menjadi penanda adanya perselingkuhan pasangan. Menurut sebuah studi baru, sperma juga sanggup menjadi indikator tindak perselingkuhan dari pasangan, khususnya pada kaum pria.

Menurut pakar kesehatan seksual, Lindsey Doe, 40 persen sperma yang dihasilkan dari ejakulasi merupakan sperma "perlawanan" atau yang disebut dengan "kamikaze". Sperma tersebut didesain untuk melawan sperma lainnya untuk melaksanakan fertilisasi telur pasangan.

"Bahkan, ketika seorang laki-laki meragukan pasangannya selingkuh, jumlah sperma kamikaze akan lebih bergairah melawan sperma lainnya untuk menghambat kehamilan," ujarnya.

Ini artinya, sperma kamikaze tidak didesain untuk menginseminasi (membuahi) telur. Sebaliknya, sperma itu hanya berfungsi untuk melawan sperma lainnya untuk melaksanakan hal itu.

Doe mendeskripsikan, metode perlawanan tersebut disebut sebagai acara bloking. Sperma kamikaze akan menyatukan ekornya menjadi "dinding" dan barikade untuk mencegah sperma lain mencapai sel telur.

Saat meragukan pasangannya selingkuh, terperinci dia, persentase produksi sperma kamikaze meningkat dibandingkan dengan sperma normal yang berfungsi membuahi. Hal ini berarti berdampak pada kemungkinan kehamilan pasangan akan menurun.

Doe menyebut teori ini sebagai kompetisi sperma. Hanya, tidak semua pakar kesehatan seksual setuju dengan teori tersebut. Bahkan, penelitian lain mengatakan, sperma kamikaze bergotong-royong lemah alasannya ialah hanya sanggup membentuk barisan pertahanan dalam waktu yang singkat.

Dalam banyak spesies, termasuk manusia, ketika perempuan melaksanakan hubungan seks dengan banyak pria, dalam akses reproduksinya terdapat persaingan antara sperma untuk membuahi sel telur miliknya.

No comments:

Post a Comment

Pages