Vaginoplasty Tak Pengaruhi Kepuasan Seksual - TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

TwitterTorss.com

Breaking

Monday, April 13, 2020

Vaginoplasty Tak Pengaruhi Kepuasan Seksual

Kondisi vagina yang tak lagi sama seusai melahirkan kerap menciptakan perempuan tak percaya diri dan merasa tidak nyaman. Akibatnya, sebagian perempuan merasa tidak sanggup lagi menikmati korelasi seks dengan pasangannya. Menghadapi hal ini, sebagian perempuan menentukan mekanisme rekonstruksi vagina yang disebut vaginoplasty.
Operasi vaginoplasty bertujuan mengencangkan otot, perineum, dan dinding panggul sehingga vagina kembali pada bentuk dan fungsinya ibarat sebelum kehamilan. Tindakan vaginoplasty dilakukan dengan membuang jaringan yang berlebih dan merapatkan jaringan penyokong dan otot dinding vagina, perineum, serta dasar panggul. Perineum yaitu kawasan antara area genital eksternal perempuan (vulva) dan anus.  
Walau dikatakan sanggup meningkatkan sensitivitas dan gairah dikala berafiliasi seksual, nyatanya vaginoplasty tidak selalu berafiliasi dengan kegiatan tersebut.
“Perlu diingat sensitivitas serta kepuasan dikala berafiliasi seks berbeda pada tiap wanita, dan tidak melulu dipengaruhi kerapatan vagina. Apalagi kawasan liang vagina bahwasanya tidak mempunyai persarafan sensoris. Persarafan sensoris hanya terdapat di area luar vagina,” kata dokter mahir bedah plastik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Lisa Hasibuan.
Oleh lantaran itu, lanjut Lisa, operasi vaginoplasty yang lebih bersifat kosmetik ini tidak disarankan kepada tiap wanita. Proses rekonstruksi vagina sendiri bahwasanya sudah dilakukan seusai perempuan melahirkan.
Proses rekonstruksi vagina tersebut, terperinci Lisa, dilakukan seusai tindak episiotomi. Episiotomi yaitu tindakan perobekan perineum yang bertujuan melebarkan jalan lahir. Proses rekonstruksi dilakukan dengan menjahit kembali lisan dan liang vagina yang melebar seusai proses persalinan.
Meski begitu hasil rekonstruksi ini sanggup saja "jebol" kembali lantaran beberapa sebab, misal pendarahan atau infeksi. Apalagi vagina merupakan muara susukan air seni, anus, dan kelamin. Hal ini mengakibatkan hasil operasi rekonstruksi vagina rawan jebol, sebelum benang operasi menyatu dengan jaringan di sekitarnya.
“Yang patut ditekankan di sini yaitu vaginoplasty tidak berafiliasi eksklusif dengan sensitivitas atau kepuasan korelasi seksual pada wanita. Namun, kalau vaginoplasty dipertimbangkan sanggup memperbaiki rasa percaya diri yang berefek pada kepuasan korelasi seksual, maka sanggup saja tindak tersebut dilakukan,” kata Lisa.

No comments:

Post a Comment

Pages